Friday, December 30, 2011

Pemerintah (Kota/Kab di Aceh) diminta tak izinkan keramaian tahun baru

BANDA ACEH - Ormas Islam di Aceh meminta pemerintah kabupaten dan kota di provinsi itu agar tidak mengeluarkan izin terhadap kegiatan pada malam pergantian tahun 2011-2012 karena dinilai dapat mencederai penerapan Syariat Islam di daerah tersebut.

"Jika pemerintah, TNI dan Polri berkomitmen melaksanakan Syariat Islam kaffah (menyeluruh) di Aceh, maka kami berharap jangan ada kegiatan-kegiatan yang tidak islami dilaksanakan di daerah ini," kata juru bicara Ormas Islam Aceh Tgk Faisal Ali di Banda Aceh.

Pernyataan itu juga diserukan oleh 15 ormas Islam di Aceh, antara lain DPW BKPRMI, PWNU, Dewan Dakwah Aceh, Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), PII, HMI, Ikatan Kader Dakwah Islam, KAMMI, Rabithah Thaliban Aceh (RTA), Rampi, Iskada, FPI, Muhammadiyah dan Al Wasliyah.

Kegiatan-kegiatan perayaan tahun baru yang bertentangan dengan Syariat Islam dan tidak boleh digelar di Aceh, kata Faisal Ali, antara lain konvoi dijalan-jalan, membakar mercon/kembang api, meniup trompet dan bentuk hura-hura lainnya.

"Kami juga mengimbau para keluarga muslim wajib menjaga putra dan putrinya untuk tidak keluar rumah dengan tujuan merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan karena itu bukan budaya Islam," katanya menjelaskan.

Ormas Islam juga meminta usaha jasa perhotelan dan pengelola tempat keramaian lainnya di seluruh Aceh agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Syariat Islam.

"Petugas keamanan baik TNI dan Polri, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah agar meningkatkan pengawasan di daerah-daerah yang rawan pelanggaran Syariat Islam pada malam pergantian tahun nanti," kata Faisal Ali.

Ormas Islam Aceh siap membantu dan mendukung pihak berwenang untuk turun bersama-sama guna menertibkan pelanggaran Syariat Islam pada malam pergantian tahun itu.

Di pihak lain, Faisal Ali yang juga Sekjen HUDA menyatakan ormas Islam mendukung kebijakan Pemkot Banda Aceh untuk menutup kawasan objek wisata pantai Ulee Lhue bagi kegiatan keramaian pada malam pergantian tahun 2011-2012.

"Penutupan itu bertujuan untuk menghindari terjadinya pelanggaran Syariat Islam. Kita dukung itu. Kami juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota lainnya bersikap seperti yang dilakukan Pemkot Banda Aceh. Itu semua untuk kebaikan kita semua dan komitmen melaksanakan undang undang khusus Aceh," kata dia.


http://www.waspada.co.id/index.php?o...aceh&Itemid=26

kalau hanya melihat acara tahun baru sih belum melanggar syariat islam, kalau acara thn baru di ikuti pesta minuman keras&free sex itu baru melanggar syariat....:capedes

Jaguar.sport 30 Dec, 2011

Mr. X 30 Dec, 2011
-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2011/12/pemerintah-kotakab-di-aceh-diminta-tak.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment