Tuesday, January 31, 2012

2017, Pertamina Berhenti Produksi Premium

Rabu, 25/01/2012 - 20:06

Quote:

JAKARTA, (PRLM).- Seiring dengan rencana pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi April tahun ini, Pertamina berencana mengurangi produksi premium dan meningkatkan produksi pertamax secara bertahap. Premium ditargetkan tidak lagi diproduksi Pertamina pada 2017. "Sejak tahun ini produksi premium akan semakin berkurang," ujar Direktur Pengolahan Pertamina Edi Setianto, di Jakarta, Rabu (25/1).

Tahun ini Pertamina menargetkan produksi premium sebanyak 11,96 juta kiloliter (KL), lalu turun menjadi 10,79 juta KL pada 2013, dan 10,51 juta KL pada 2014. Pada 2015 produksinya ditargetkan tinggal 4,19 juta KL dan menjadi 3,06 juta KL pada 2016, untuk kemudian berhenti pada 2017.

Sementara produksi pertamax ditargetkan naik secara bertahap, hingga mencapai 19,99 juta KL pada 2018. Tahun ini produksi pertamax ditargetkan mencapai 1 juta KL, naik menjadi 1,85 juta KL pada 2013, 2,12 juta KL 2014, 7,66 juta KL 2015, 8,45 juta kl 2016, dan menjadi 12,27 juta KL pada 2017.

Target tersebut, menurut Eko, seiring dengan beroperasinya dua kilang baru di Balongan dan Tuban pada 2018. "Kami berencana membangun dua kilang baru dengan kapasitas masing-masing 300.000 barrel per hari (bph). Peningkatan produksi pertamax berasal dari kilang yang ada maupun baru," katanya.

Tambahan produksi pertamax dari Kilang Balongan, menurut dia, sebesar 74 ribu bph dan Tuban 73 ribu bph. Sementara pertumbuhan produksi pertamax dari kilang yang ada direncanakan sebesar 2.3oo bph pada 2013 dari Plaju, 104 ribu bph pada 2014-2015 dari Cilacap, 5.000 bph pada 2016 dari Dumai, dan 24.000 bph pada 2017 dari Balikpapan.

Sementara itu, menjelang pembatasan BBM subsidi, Total berencana menambah 15-20 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tahun ini. Sedikitnya 1,5 juta-2 juta dolar AS akan digelontorkan Total sebagai investasi. Saat ini Total sudah mengoperasikan 13 SPBU di seputar Jakarta.

"Kami menyambut langkah pemerintah dan telah menambah alokasi persediaan untuk memenuhi permintaan yang kemungkinan meningkat," ujar Vice President Retail Total Asif Iqbal.

Selama ini SPBU asing seperti Total hanya diperbolehkan menjual bahan bakar beroktan 92 setara Pertamax dan 95 setara Pertamax Plus yang dijual Pertamina serta tidak disubsidi pemerintah. (A-150/das)***
sumber: disini

kalo udah urusan BBM apalagi premium, semua rakyat kelas menengah ke bawah tercengang melihat atau mendengar kabar begini, bagaimana tidak kalau premium udah dihapuskan secara itu adalah BBM bersubsidi dan murah bagi rakyat menengah kebawah udah dihapuskan dan pertamax masih menjadi harga mahal, bagaimana dengan nasib indonesia ini?? sebaiknya cari dulu solusi apa yang bisa dipakai jika premium benar2 dihapus baru kemudian planning ke penghapusan itu :mewek

oziriz 26 Jan, 2012

Admin 26 Jan, 2012


-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/01/2017-pertamina-berhenti-produksi.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment