Thursday, January 5, 2012

DUBES THAILAND MENCOBA DAN ACUNGKAN JEMPOL ; Kiat Esemka Tak Sekadar ’Odong-odong

Quote:

05/01/2012 08:16:58
CIBIRAN yang dilontarkan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo terhadap mobil Kiat Esemka yang kini dipakai Walikota Solo Joko Widodo dan Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo, ditanggapi positif oleh H Sukiyat selaku penggagas dari mobil tersebut. Menurutnya, ungkapan Bibit merupakan wujud kehati-hatian dari seorang pemimpin.
Menurut H Sukiyat, menjadi seorang pemimpin memang harus hati-hati dalam menentukan suatu kebijakan. Termasuk dalam penggunaan kendaraan sebagai mobil dinas. Namun dia menampik kalau mobil Kiat Esemka merupakan produk asal-asalan. Untuk itu dia ëmenantangí Gubernur Jawa Tengah tersebut untuk datang ke bengkelnya dan membuktikan mobil tersebut sendiri.
"Kami itu memproduksi mobil. Bukan sekadar odong-odong. Ini juga bukan sekedar rakitan. Tapi kami memproduksi dari A sampai Z. Pak Gubernur bisa mencobanya sendiri. Lha saya saja juga belum pernah ketemu langsung dengan Gubernur mesti sama-sama warga Klaten," katanya ketika ditemui KR di bengkelnya di Jalan Yogya-Solo Km 4 Dukuh Ngaran Desa Mlese Kecamatan Ceper Klaten ini, Rabu (4/1).
Terkait izin operasional yang belum ada dan dikhawatirkan akan muncul kendala dijalan, juga tidak dianggap serius oleh pria kelahiran 22 April 1957 ini. Terutama mengenai ketakutan Gubernur kalau mobil ini bisa menabrak kebo. "Mobil itu kan catnya hitam pekat dan terlihat seperti kaca. Jadi ketika kebo melintas, justru akan lari ketakutan karena
* Bersambung hal 7 kol 4

bisa melihat di mobil," urainya sambil tertawa.
Mesti dipandang sebelah mata oleh Gubernur Jawa Tengah, Sukiyat justru mendapat berkah. Hingga kemaren, ia sudah mendapatkan order hingga 10 ribu unit. Pesanan tersebut datang dari seluruh Indonesia. Bahkan Bupati Karanganyar Rina Iriani juga langsung menghubunginya dan memesan 10 unit. Pejabat dari pusat juga banyak yang pesan mobil 'Kiat Esemka' ini.
Berbagai pujian, komentar muncul terkait dengan mobil inovatif ini.
Tak kurang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengapresiasi produk mobil serbaguna jenis sport utility vehicle (SUV) rakitan siswa SMK Solo tersebut. Menurut Presiden, mobil bermerek Kiat Esemka itu sudah menunjukkan daya kreasi dan inovasi yang positif dari anak bangsa. "Presiden tidak melarang mobil Kiat Esemka digunakan sebagai mobil dinas," tegas Julian Aldrin Pasha saat ditemui wartawan di kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (4/1).
Keandalan mobil Kiat Esemka sempat pula dijajal Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Lutfi Rauf, yang kebetulan berkunjung ke Loji Gandrung, Selasa (3/1). Usai menjajal mobil berkapasitas 1.500 Cc di halaman Loji Gandrung, Rauf mengacungkan dua jempol sebagai tanda apresiasi luar biasa. "Ini prestasi besar. Apalagi kandungan lokal mencapai 80 persen," katanya.
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Syariefuddin Hasan menyatakan akan mendorong para pejabat di Indonesia untuk meniru Walikota Solo Joko Widodo yang menggunakan mobil Kiat Esemka sebagai kendaraan dinasnya. Syaratnya, mobil SUV itu diproduksi secara massal dengan jaminan suku cadang yang cukup memadai.
Secara terpisah, Mendikbud M Nuh memberikan apresiasi kepada Jokowi. "Kita sangat berterima kasih kepada masyarakat yang menggunakan produk kita," jelas M. Nuh.
Sejumlah anggota DPR juga tertarik untuk membeli mobil Esemka karya SMK Solo itu. Mereka bahkan hendak ke Solo untuk memesan secara langsung. "Bukan saja tertarik, tapi sudah ngebet ingin melihat dan merasakan mobil karya anak bangsa. Siapa lagi kalau bukan kita yang harus membelinya? Prioritas saat ini adalah penguatan basis produksi sehingga betul-betul memenuhi standar otomotif," tegas Sekretaris Fraksi PPP DPR, Arwani Thomafi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/1).
Bahkan Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo sudah memesan mobil tersebut. Namun sayangnya stok masih terbatas. "Saya sudah pesan mobil tersebut lewat wakil walikota Solo yang juga Ketua PDIP Kota Solo," kata Tjahjo.
Anggota DPR dari Fraksi PD Roy Suryo juga tidak mau ketinggalan. Ia akan pesan langsung ke Surakarta. "Saya harap anggota DPR lain juga mencontoh dan pemerintah bila perlu Presiden SBY menjadikan itu program nasional untuk menggiatkan industri mobil nasional," papar Roy.
Wakil Ketua DPR dari PKS Anis Matta mengingatkan, DPR perlu mengkaji produksi mobil Kiat Esemka. Pasalnya, mobil produksi lokal itu perlu masuk ke industri. "Ada bagusnya bila komisi terkait di DPR melakukan kunjungan ke sana dan mempelajari kemungkinan kita (DPR-red) mem-back up, memberikan dukungan untuk menjadi program nasional," kata Anis, di Kompleks Senayan DPR, Jakarta.
Sedangkan Menko Kesra, Agung Laksono mengingatkan, mobil Esemka yang sekarang jadi fenomena itu harus diapresiasi. "Jangan dienyek atau dijelekkan," katanya.
Ketua DPR RI Dr H Marzuki Alie MM menyebut produk mobil Esemka bisa menjadi mobil nasional (Mobnas). Namun dengan catatan dilihat dulu dalam beberapa proses pengujian dalam sebuah kajian mendalam.
Sementara itu, mobil Kiat Esemka yang dijadikan kendaraan dinas walikota Solo, Joko widodo, dan Wakil Walikota (Wawali), FX Hadi Rudyatmo, sementara dikandangkan, sambil menunggu penerbitan dokumen, termasuk surat laik jalan. "Tak baik jika dipaksakan untuk terus dipakai," ungkap Wawali FX Hadi Rudyatmo, karena secara hukum memang belum dilengkapi surat-surat.
Menjawab pertanyaan mengandangkan mobil dinas baru itu terkait dengan kritik Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo, pria yang biasa disapa Rudy itu mengaku tak ada sangkut pautnya. Secara teknis, mobil Kiat Esemka cukup memadai, bahkan telah dinyatakan lolos uji emisi Euro 2 pada tahun 2009 lalu. Demikian pula surat izin laik jalan sudah diurus sejak 2009 lalu, namun hingga kini belum juga ada juntrungnya. (Awh/Edi/Mgn/Ati/Sim/*-2/Hut)-f

KR-Atiek Widyastuti H
H Sukiyat bersama mobil Kiat Esemka.
Sumber : http://www.kr.co.id/web/detail.php?s...386&actmenu=35

TS : Contoh yg tidak baik seorang pejabat negara yg tidak menghargai karya anak bangsa, gak jauh dg Juki Alay..:(

domba.kumal 05 Jan, 2012

Admin 05 Jan, 2012


-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/01/dubes-thailand-mencoba-dan-acungkan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment