Friday, January 13, 2012

El Clasico di Era Jose Mourinho


Jose Mourinho

Tuhan mungkin mencintai Jose Mourinho
atau ingin mengujinya berlebihan. Sepanjang karier kepelatihannya, Mou
selalu mengalami kenaikan "kasta". Dahulu, ia cuma menjadi penerjemah
Bobby Robson di Barcelona. Namun, begitu mampu membawa FC Porto
menjuarai Liga Champions 2003, selangkah demi selangkah ia menginvasi
klub-klub terbaik dunia.

Anda yang penggemar Chelsea, tak perlu marah jika kita menyebut,
Chelsea memang layak menjadi labuhan pertama Mou di tanah perantauan.
The Blues belum pernah memenangi Liga Inggris dalam 50 tahun terakhir
sebelum Jose Mourinho datang.

Gelontoran dana Roman Abramovich membantu Mou melaksanakan tugasnya dengan baik. Tiga tahun 2 bulan menangani Chelsea, The Special One
mampu mengantarkan gelar juara di dua musim pertama. Sayang, konflik
dengan Abramovich membuat Mou hengkang dari klub kaya "baru" tersebut ke
klub yang dari segi sejarah, lebih baik.

Internazionale pernah menjuarai liga 13 kali sebelum terhenti sejak
1989. Setelah sempat frustrasi bertahun-tahun, kesempatan datang pasca
calciopoli (skandal sepakbola). Juventus terdegradasi, dan Nerazzuri
mendapatkan momentum kebangkitan.

Roberto Mancini memulai start kepelatihan dengan baik. Ia dua kali
membawa Internazionale merebut scudetto dan sekali mendapatkan bonus
juara berkat calciopoli. Maka, ketika Jose Mourinho datang, mental juara
tim kedua di kota Milan tinggal dipertajam. Mou bertahan dua tahun di
Inter sebelum pindah ke klub yang lagi-lagi lebih baik, Real Madrid.

Los Blancos selalu
diunggulkan oleh para pejudi sebelum Liga Champions bergulir. Mereka
memiliki skuad luar biasa mewah, terutama Cristiano Ronaldo yang
berharga 80 juta poundsterling. Di sebuah tim yang kualitasnya lebih
tinggi daripada Chelsea dan Internazionale inilah Tuhan menguji Mourinho
dengan cara-Nya sendiri.

Jose Mourinho mungkin akan sangat nyaman berada di Real Madrid.
Terutama, setelah setahun berlalu. Ya, di eranya, Madrid
mengombinasikan hasil fantastis dan rekor mencetak gol yang luar biasa.
Trio Karim Benzema-Gonzalo Higuain-Cristiano Ronaldo bergantian
menghibur publik Santiago Bernabeu.

Namun, di tengah nyamannya mengoleksi 3 angka, Mou diuji dengan
pertandingan paling bergengsi di dunia, El Clasico. Dan, jumlahnya
begitu banyak. Hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun, minimal akan ada
11 laga El Clasico. 8 sudah berlalu dan 3 sisanya menunggu.

Dalam 8 pertemuan awal, rekor Mourinho tidak cukup apik. Klubnya kalah 4 kali, 3 kali seri, dan sekali menang.



  1. Barcelona vs Real Madrid 5-0

  2. Real Madrid vs Barcelona 1-1

  3. Barcelona vs Real Madrid 0-1 (di Mestalla)

  4. Real Madrid vs Barcelona 0-2

  5. Barcelona vs Real Madrid 1-1

  6. Real Madrid vs Barcelona 2-2

  7. Barcelona vs Real Madrid 3-2

  8. Real Madrid vs Barcelona 1-3

  9. Real Madrid vs Barcelona ??? (Copa del Rey, 19 Januari 2012)

  10. Barcelona vs Real Madrid ??? (Copa del Rey. 26 Januari 2012)

  11. Barcelona vs Real Madrid ??? (La Liga, 22/23 April 2012)
  12. Maka, seandainya Mou ingin memboyong semua gelar, setidaknya di
    tingkat domestik, ia wajib memenangkan 3 El Clasico berikutnya. Dengan
    demikian, rekornya dengan Pep akan setara, sama-sama meraih 4
    kemenangan.

    Di luar hal ini, bayangkan seandainya Barcelona dan Real Madrid akan
    bertemu di Liga Champions. Akan ada 12-13 El Clasico dalam dua tahun
    masa berkuasanya Jose Mourinho di Santiago Bernabeu.

    Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

up2det 13 Jan, 2012


-
Source: http://www.info.up2det.com/2012/01/el-clasico-di-era-jose-mourinho.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment