Monday, January 30, 2012

[Haram Katanya] Tante Miranda Diminta Kembalikan Gaji

Tersangka kasus suap pemberian cek pelawat, Miranda Swaray Goeltom, diminta mengembalikan seluruh gaji yang diterima selama menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Alasannya, posisi itu dia peroleh dari cara yang tidak benar. "Prosesnya haram sehingga gaji yang diterima pun juga haram," ujar Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah La Ode Ida saat dihubungi Ahad, 29 Januari 2012.

Pendiri Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) ini menilai kecurangan yang dilakukan Miranda dalam mendapatkan jabatan strategis di BI itu tidak fair. Pemberian 480 cek pelawat senilai Rp 24 miliar kepada puluhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 dalam pemilihan posisi Deputi Senior BI pada 2004 itu dinilai sebagai tindakan manipulatif yang tidak bisa ditoleransi.

Selain menggunakan suap, menurut La Ode, Miranda juga mendapatkan jabatannya melalui kerja sama dengan cukong dan bankir bermasalah yang diuntungkan dengan posisi Miranda. Hal ini semakin membuktikan posisi Deputi Gubernur Senior yang diperoleh Miranda sejak awal sudah direncanakan untuk hal yang menguntungkan kelompok tertentu. Oleh karena itu, semua fasilitas dan gaji yang diterima Miranda harus dikembalikan kepada negara. "Dia (Miranda) sama sekali tidak layak menerima semuanya," tutur La Ode.

Pengembalian gaji ini, dia melanjutkan, selain merupakan hukuman pada Miranda juga akan memberikan efek jera pada masyarakat lain untuk melakukan hal yang sama. Siapa pun tidak akan berani lagi melakukan tindakan manipulatif untuk mendapatkan jabatan. Apalagi, menurut La Ode, tindakan Miranda ini sangat bertentangan dengan moralitas bangsa. "Dengan begitu, hukuman ini akan memberi pelajaran bagi siapa saja."

Dalam kasus cek pelawat ini, komisi antikorupsi sudah menetapkan puluhan tersangka dari anggota DPR periode 1999-2004. Sebagian besar di antaranya telah divonis bersalah oleh pengadilan. Bahkan mereka kembali diperiksa untuk melengkapi berkas Nunun, di antaranya Paskah Suzetta, Hamka Yandhu, dan Agus Condro. Nunun Nurbaetie yang menjadi perantara pemberi cek pelawat itu juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi.

sumber klik disini

Komen ts :
Banyak pejabat di indonesia yang posisinya diperoleh dengan cara yang tidak semestinya, Agak sulit meminta gaji kembali kecuali dipaksa dan ada aturan hukum yang tegas. Walaupun gaji dikembalikan, tapi sumber dana miring lainnya tidak diusut juga percuma.Lebih baik dimiskinkan lebih tepat.

Fadden 30 Jan, 2012

Admin 30 Jan, 2012


-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/01/haram-katanya-tante-miranda-diminta.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment