Sunday, January 1, 2012

KKN Marak Di Kementeriannya, Gita Malah Wajibkan PNS-nya Miliki TOEFL 600 thn 2012

Minggu, 01/01/2012 11:03 WIB
Mulai 2012, Gita Wirjawan Wajibkan PNS-nya Punya TOEFL 600


Jakarta - Belum seumur jagung menjabat sebagai menteri perdagangan, Gita Wirjawan kembali melakukan gebrakan. Seperti yang ia lakukan sebelumnya di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita akan mewajibkan jajaran 'anak buahnya' di kementerian perdagangan memiliki skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language) minimal 600.

Hal ini bagian dari rencana aksinya di 2012 dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kementerian yang ia pegang. Langkah ini, kabarnya membuat resah kalangan PNS di kementeriannya, termasuk jajaran eselon di kementerian perdagangan.

"Polanya sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)," kata Gita Wirjawan kepada detikFinance, Minggu (1/1/2012)

Untuk tahun 2012 ia akan meningkatkan jumlah pegawai yang menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, melalui pencapaian skor TOEFL di atas 600. Tahap awal akan diberlakukan untuk 1.000 pegawai termasuk pejabat teras atas.

Selain itu ditargetkan ada peningkatan jumlah pegawai berpendidikan S2 dan S3 sebesar 1.500 pegawai dan pelatihan intensif di bidang yang terkait dengan aktivitas perdagangan dalam dan luar negeri.

Menurut sumber detikFinance, kebijakan ini membuat kalangan PNS termasuk beberapa eselon kementerian perdagangan khawatir. Hal ini lagi-lagi mengingatkan kejadian yang sama saat munculnya 'surat kaleng' dari pihak yang mengaku dari pegawai BKPM beberapa waktu lalu. Mereka yang mengaku pegawai BKPM menilai langkah Gita dianggap berlebihan

"Sejak Bapak Gita Wiryawan menjabat sebagai kepala BKPM, terjadi penerapan standar penilaian kinerja karyawan, yang tidak terkait
dengan tujuan mewujudkan pelayanan investasi yang cepat, mudah, murah dan transparan, antara lain kewajiban standar penguasaan bahasa Inggris bernilai TOEFL 600 bagi karyawan, yang terlalu berlebihan," jelas kutipan surat kaleng itu.
http://us.finance.detik..com/read/20...l-600?f9911013

Minggu, 1 Januari 2012
Gita Terhadang Isu KKN

Citra Indonesia.com: Memberantas atau bebas dari (korupsi, kolusi, nepotisme) adalah rintangan yang paling menghambat Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di tahun 2012 mendatang.

Pasalnya kementerian satu ini sarat dengan nepotisme. "Di sini sarat nepotisme. Pejabat sudah beranak- pinak di sini. Mau dikemanain mereka," ujar seorang pegawai di kantor ini kepada Citra Indonesia.com, Sabtu (30/12/2011) menanggapi stetmen konprensi pers Gita Wirjawan, Jumat (29/12/2011) di kantornya.

Menurt staf ini, mereka yang justru ber-KKN ria mulai dari yang paling tinggi. "Mulai dari yang paling tinggi kok. Ya mantunya, anaknya di sini semua. Ipar- iparan atau besan- besanan juga ada di sini. Komplit," ungkapnya tanpa menyebut nama dimaksud.

Lagi pula kata dia banyak pejabat berstatus tersangka masih nangkring di posisi jabatannya. "Coba saya ingin lihat. Pak menteri berani ga sikat mereka? Itu dulu yang penting. Baru ke bawahnya. Trus markusnya. Kalau ga berani- ya.. menteri ga usah banyak omong," pungkasnya.

Menurutnya pejabat di Kemendag itu banyak yang pintar dan masih muda- muda. "Ya …..kalau ga ada setoran mau naik pangkat kemana? Ya nggak bisa,. Inilah penyakit di sini" tandasnya lagi.

Seperti diketahui, Presiden SBY minta semua PNS yang tak taat birokrasi disingkirkan. Dan sasaran aksi 2012 Gita Wirjawan juga melakukan reformasi birokrasi dan good governance. Tujuannya adalah:
a. Terwujudnya Kemendag yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, indikatornya adalah indeks persepsi korupsi(Program Inisiatif Anti Korupsi dan Survey Integritas) min. 5 besar
b. Terwujudnya laporan keuangan Kemendag sesuai dengan SAP targetnyaWTP.
c. Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi Kemendag, indikatornya adalah efektifitas dan akuntabel (LAKIP) min. B danWTA.
http://citraindonesia.com/gita-terhadang-isu-kkn/

--------------

Ini menteri lulusan Harvard, tapi gebleg dan kagak bijak sama sekali. Kalau mau memperbaiki iklim birokrasi di kementeriannya yang dikenal sangat sarat dengan KKN, bukan dengan memperbaiki prasarat kemampuan berbahasa Inggris sampai punya TOEFL 600, emangnya mau di sekolahin ke Amrik semuanya? Yang bener ajalah! Benahi dulu KKN itu, baru iklim kerja yang sehat akan bisa jalan.

Dan, kalau memang mau meningkatkan perdagangan export-import Indonesia di masa depan, dengan memperbaiki kemampuan negoisasi dan bahasa asing PNS di kementeriannya, justru sangat naif kalau hanya memerintahkan mereka hanya paham dan menguasai 1 bahasa asing saja yaitu bahasa Inggris. Seharusnya dilihat ke depan, bakal kemana saja arah perdagangan luar negeri kita berkembangnya. Saya rasa di masa depan era Eropa dan AS sudah redup perdagangan internasionalnya seiring krisis ekonomi yang memporak-porandakan negerinya, digantikan negeri-negeri lain yang justru tak memakai bahasa inggris sebagai bahasa pengantarnya. Jadi hendaknya tidak berorientasi ke negeri-negeri berbahasa inggris seperti Amerika Utara dan Eropa saja, tapi juga ke Timur Tengah yang memakai bahasa Arab; ke Amerika Latyn yang memakai bahasa Spanyol dan Portugis, ke Afrika yang banyak memakai bahasa Prancis, ke China yang diperlukan negosiator yang paham bahasa dan budaya China; juga ke Asia Timur lainnya (Jepang, Korea dan India).

b4djul 01 Jan, 2012

Admin 01 Jan, 2012
-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/01/kkn-marak-di-kementeriannya-gita-malah.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment