Tuesday, January 31, 2012

Onno W Purbo: Saya Percaya Kita Bukan Bangsa Bodoh

Masyarakat TI Indonesia sering dikatakan jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Menurut pendapat Kang Onno, cara apa yang paling efektif agar Indonesia dapat mengatasi ketertinggalan ini? (Sutiono Gunadi, Pamulang, Tangerang Selatan)

Mungkin bangsa ini tertinggal dari tetangga kita. Mungkin bangsa ini lebih miskin dari tetangga kita.

Namun, saya percaya bangsa ini bukan bangsa yang bodoh. Saya pribadi sering diundang untuk memberikan workshop TI untuk Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan lain-lain. Saya melihat bahwa kita bisa. Bangsa ini bisa!

Kuncinya ada di sistem pendidikan.

Kalau saja kita bisa melakukan manuver supaya 240.000 sekolah melek TI, 46,5 juta siswa kita melek TI dan menjadi pandai.

Saya yakin Singapura, Malaysia, dan Vietnam tak ada artinya apa-apa. Kuncinya ada di sistem pendidikan di Indonesia, bagaimana supaya 5 juta siswa masuk SD per tahun dan menghasilkan 5 juta sarjana setiap tahun.

Jangan seperti sekarang, hanya 600.000 orang yang jadi sarjana per tahun. Kita harus merombak sistem pendidikan yang ada agar hak asasi manusia untuk menjadi pandai terpenuhi.

Apa alasan utama Anda lebih memilih gadget buatan negeri sendiri? Menurut Anda, apa yang perlu ditingkatkan dari segi kualitasnya? (Andini, xxxx@gmail.com)

Betul, kebetulan saya banyak pakai barang buatan sendiri (Indonesia), baik itu ponsel, laptop, server, maupun sistem operasi.

Saya percaya, bangsa ini hanya akan menjadi bangsa yang besar saat kita bisa mencintai apa yang kita buat sendiri.

Terus terang, dari sisi kualitas tidak jelek lo ponsel, laptop, dan server buatan Indonesia. Sama seperti buatan luar negeri.

Visi Anda adalah membuat pintar rakyat indonesia agar dapat hidup dari otaknya, bukan ototnya, tetapi Anda memilih melakukannya di luar sistem birokrasi. (Mochamad Mulyana, Duren Sawit, Jakarta)

Saat ini saya masih belum percaya dengan birokrasi di Indonesia. Kebanyakan mekanisme program di birokrasi di Indonesia lebih suka pengadaan barang dan mengutip untung dari persenan. Maklum, saya sudah beberapa kali kena batunya.

Saat program di birokrasi lebih suka untuk memandaikan dan memberdayakan masyarakat serta tidak melakukan persenan, mungkin saya akan berpikir untuk bersinergi lebih baik


http://tekno.kompas.com/read/2012/01...n.Bangsa.Bodoh


koment...ane :...pemerintah mau nggak..menfasilitasi rakyat biar gak bodoh...atau malah pengin rakyat tetep bodoh biar mudah di kadalin...:iloveindonesias

ErlanggaD 31 Jan, 2012

Mr. X 31 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/onno-w-purbo-saya-percaya-kita-bukan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment