Monday, February 6, 2012

27 Anggota DPRD Seluma Berebutan Minta Fee Proyek

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Inilah wajah wakil rakyat terhormat kita... hmmm
Quote:

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Seluma, Bengkulu Erwin Panama, hari ini hadir sebagai saksi untuk terdakwa Murman Effendi, bupati non-aktif Seluma. Erwin mengaku dikerubuti dan dimintai fee proyek oleh 27 orang anggota DPRD Seluma.

Di dalam persidangan Erwin membantah dirinya menyiapkan uang untuk 27 anggota dewan. Meski membenarkan, dia menyerahkan uang, menurutnya hal itu karena para anggota DPRD memintanya terlebih dahulu.

"Iya. Anggota dewan begitu melihat saya langsung mengelilingi saya semuanya. Mereka bilang 'tolong dibantulah!'," tutur Erwin ketika bersaksi di PN Tipikor, Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (31/1/2012).

Erwin mengatakan, terhadap permintaan tolong tersebut dirinya mengaku tidak punya uang. Namun ada anggota dewan yang menurutnya terus mendesak bahkan mengancamnya.

"Saya bilang nggak punya uang. Terus ada yang bilang, 'kalau ga, nanti waktu ke dewan tak obok-obok kamu'. Yang ngomong namanya Ulil Midin," papar Erwin.

Lantas Erwin, memberikan uang kepada 27 anggota dewan itu. Ketua Majelis Hakim Marsuddin Nainggolan langsung mencecar Erwin. Marsuddin mempertanyakan mengapa Erwin bisa membawa uang tunai hampir Rp 50 juta ke Jakarta, jika memang tidak mempersiapkannya sejak awal.

"Saya bawa uang untuk bayar utang saya, kredit organ tunggal di Glodok," jawab Erwin yang masih belum membuat puas majelis hakim dan jaksa penuntut umum.

Bupati Seluma provinsi Bengkulu, Murman Effendi didakwa menyuap 27 anggota DPRD Kabupaten Seluma periode 2009-2014. Suap dilakukan agar 27 anggota dewan tersebut memproses dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengikatan Dana Anggaran Pembangunan Infrastruktur Peningkatan Jalan Dengan Konstruksi Hotmix dan Jembatan melalui pelaksanaan pekerjaan tahun jamak untuk masa lima tahun anggaran menjadi Perda Nomor 12 Tahun 2010. Serta perubahan Perda Nomor 12 Tahun 2010 menjadi Perda Nomor 2 Tahun 2011.

Menurut Jaksa KMS A. Roni, pemberian uang dari terdakwa berupa cek BCA senilai Rp100 juta kepada masing-masing anggota dewan dan uang tunai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. "Dengan maksud pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," ujarnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/12).

Roni menuturkan, selaku bupati, terdakwa memerintahkan anak buahnya, Plts Kadis PU Kabupaten Seluma Erwin Panama untuk melakukan survey terhadap jalan yang akan diprogramkan dan menunjuk konsultan perencana membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). Berdasarkan hasil survey, didapat bahwa dana yang dibutuhkan untuk program tersebut sebesar Rp350 miliar. Ini dikarenakan terdapat 26 ruas jalan sepanjang kurang lebih 79.844 meter yang harus dikerjakan dan diduga tak selesai dalam waktu satu tahun.

"Sehingga terdakwa berkesimpulan pembangunan jalan dan jembatan dengan program jamak (multiyears), maka itu terdakwa memerintahkan bagian hukum untuk membuat Raperda Kabupaten Seluma tahun 2010 tersebut," tutur Roni
sumber: www.detik.com

.

Skindranazran 31 Jan, 2012

Admin 31 Jan, 2012


-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/01/27-anggota-dprd-seluma-berebutan-minta.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment