Thursday, February 2, 2012

Solo Duduki Peringkat Tinggi Survei Bisnis, Peluang Investasi Baru

Quote:

SOLO - Hasil survei Doing Business Bank Dunia yang menyebutkan Solo sebagai peringkat ketiga kota paling mudah untuk memulai bisnis, dianggap akan memberikan peluang baru untuk pengembangan investasi Kota Solo.
Kantor Bank Indonesia Solo pun mengaku tidak kaget dengan pencapaian tersebut. "Wajar sekali kalau Solo mendapatkan predikat dari World Bank sebagai kota yang terbilang mudah memulai investasi. Dari pengalaman saya di perbankan, bank-bank di Solo terbantu sekali untuk mendapatkan nasabah dari pelaku usaha kecil menengah (UKM) maupun perusahaan yang bankable," kata Pemimpin BI Solo, Doni P Joewono, saat dihubungi Espos.
Ia mengatakan, bank-bank di Solo dulu pernah mengalami kesulitan mendapatkan nasabah dari kalangan perusahaan yang kebanyakan belum memiliki SIUP. BI bersama badan kerjasama pembangunan Jerman untuk Indonesia GIZ, mendorong bank-bank agar bisa merealisasikan pembiayaan bagi UKM. "Dan respon dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo saat itu sangat bagus. Di mana para UKM dan perusahaan-perusahaan kecil yang belum memiliki SIUP, saat itu diberikan fasilitas gratis untuk mendapatkan SIUP sebagai salah satu syarat mendapatkan pembiayaan dari bank," kata Doni.
Kemudahan mendapatkan perizinan, menurut Doni, akan membuat Kota Solo ke depannya menjadi kota yang diincar para investor. "Kecenderungan ini sudah mulai terlihat, dan saya optimistis investasi di Kota Solo masih akan terus berkembang, salah satunya karena kemudahan perizinan yang diberikan oleh Pemkot Solo," tambah Doni.
Sumber
Quote:

SOLO - Terkait posisi Solo yang sukses menduduki posisi ketiga dalam kemudahan investasi dalam hasil survei Doing Business oleh Bank Dunia, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Kota Solo, Pujo Hariyanto, menyatakan Pemkot tidak akan mempersulit investasi yang akan masuk ke Solo.
Ditegaskannya, asal persyaratan lengkap dan sesuai dengan koridor ketentuan pengembangan kota, proses perizinan akan berjalan lancar. Tahun 2011, kata Pujo, BPMPT mencetak sekitar 9.011 dokumen perijinan. Ada beberapa jenis perijinan yang mencatat angka realisasi tertinggi. Seperti, ijin mendirikan bangunan (IMB), Pemkot Solo mencetak 1.168 dokumen. Kemudian, Ijin Usaha Perdagangan (IUP) sebanyak 1.763 dokumen, tanda daftar perusahaan (TDP) sebanyak 1.675 dokumen dan ijin gangguan (HO) sebanyak 1.456 dokumen.
"Kami menjanjikan kemudahan bagi investor untuk membuka investasi dan usaha di Solo. Memang, saat ini kami berupaya untuk lebih mengembangkan Solo wilayah utara. Investasi besar, sepertihotel dan industri mulai diarahkan ke Solo utara," ujar Pujo.
Soal kemudahan, pihaknya pun mengatakan ada beberapa jenis perijinan yang bisa selesai satu hari atau tiga hari, asal secara normatif persyaratan itu terpenuhi. "Ada juga yang gratis atau bebas biaya," kata Pujo. BPMPT, lanjut dia, juga memiliki layanan SMS Gateway di nomor 081391910000 yang bisa dimanfaatkan investor untuk memonitor status proses perijinan termasuk konsultasi persyaratan perijinan.
"Ke depan, kami akan mengembangkan website terkait layanan-layanan perijinan dan investasi yang saat ini sudah dilaksanakan di satu pintu. Website itu juga akan memuat potensi investasi yang ada di Kota Solo," tandasnya.
Sumber

Quote:

Komen TS : Hati2 yang kemaren demo sampai blokir2 tol dan rencana mau blokir2 jalan...jangan sampai mata pekerjaan kalian hilang gara2 perusahaan pindah lokasi ke tempat yang lebih nyaman buat bisnis

3038925 02 Feb, 2012

Admin 02 Feb, 2012


-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/02/solo-duduki-peringkat-tinggi-survei.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment