Thursday, February 2, 2012

Yakinkah Indonesia 'Mother of Human Civilization', Prof. Oppenheimer akan Temui SBY

[imagetag]
Professor ahli DNA dari Oxford University, Stepehn Openheimer

KATASTROPIK PURBA
Prof. Oppenheimer Pun akan Temui SBY
Rabu, 01 Februari 2012 , 21:01:00 WIB

RMOL. Stephen Oppenheimer memiliki keyakinan bahwa induk dari semua peradaban di muka bumi berasal dari bumi Nusantara yang kini bernama Indonesia. Keyakinannya itu telah dituangkannya dengan rapi dalam buku Eden of the East yang terbit tahun 1999. Besok pagi, bila tidak ada aral melintang, pakar genetik dan struktur DNA dari Oxford University, Inggris, akan bertemu Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta.

Selain untuk beramah tamah, pertemuan dengan SBY itu sekaligus untuk melaporkan rencana kegiatan 4th International Conference on Indonesian Studies (ICSSIS) di Bali, juga kegiatan "Sarasehan Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba" di Jakarta. Acara ini diselenggarakan Universitas Indonesia bekerjasama dengan Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB), serta Tim Bencana Katastropik Purba.

"Kegiatan International Conference on Indonesian Studies (ICSSIS) di Bali tersebut merupakan ajang informasi berkaitan dengan prestasi dan hasil penelitian terkini di Universitas Indonesia, termasuk kegiatan pembangun Pusaka 'Pusat Kebudayaan' Indonesia, yang selama ini kerjasama telah dilakukan oleh UI dengan lintas instansi, lintas kelompok penelitian dan disiplin ilmu," kata SKP BSB Andi Arief, Rabu malam (1/2).

Sementara Sarasehan Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba, sambung Andi, adalah kegiatan ekpos berbagai riset yang dilakukan Tim Bencana Katastropik Purba dan Kantor SKP BSB. Riset tersebut menemukan tanda-tanda bencana besar di masa lalu yang menyurutkan peradaban di banyak tempat di nusantara. "Pak Oppenheimmer dan Frank Joseph Hoff (asisten Arroyo Santos yang menulis buku Atlantis The Lost Continent Finally Found) akan hadir di Indonesia dalam konteks itu. Di Jakarta mereka akan menjadi peserta dalam sarasehan Bencana Katastropik Purba, sedangkan di Bali bersama dengan kami akan menjadi keynote speaker," ungkap Andi.

Menurut Andi Arief, dalam pertemuan dengan SBY itu, Prof. Stephen Oppenheimmer akan didampingi Rektor UI Prof. Gumilar R Sumantri, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Dr. Bambang Wibawarta, Dr. Danny Hilman dari Tim Bencana Katastropik Purba. Sarasehan Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba akan diselenggarakan di Gedung Krida Bakti Sekretariat Negara pada 7 Februari 2012. Sedangkan 4th International Conference on Indonesian Studies (ICSSIS) pada 9, 10, 11 Februari 2012, bertempat di Inna Grand Bali Hotel, Sanur.
http://www.rakyatmerdekaonline.com/r...kan-Temui-SBY-

[imagetag]

Oppenheimer: Peradaban Dunia dari Indonesia
Nenek moyang induk peradaban manusia modern berasal dari Indonesia.
Kamis, 28 Oktober 2010, 16:18 WIB

VIVAnews - Teori ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris, Stephen Oppenheimer, seperti memutarbalikkan sejarah yang sudah ada. Lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara. Hal itu disampaikan Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya berjudul 'Eden in The East' di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis 28 Oktober 2010.

Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sundaland atau Indonesia. Apa buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia," kata Oppenheimer dalam diskusi yang juga dihadiri Jimly Asshiddiqie.

Lulusan fakultas kedokteran Oxford University melalui bukunya mengubah paradigma yang ada selama ini, bahwa peradaban paling awal adalah berasal dari daerah Barat. Perjalanan yang dilakukannya dimulai dengan komentar tanpa sengaja oleh seorang pria tua di sebuah desa zaman batu di Papua Nugini.

Dari situ dia mendapati kisah pengusiran petani dan pelaut di pantai Asia Tenggara, yang diikuti serangkaian banjir pasca-sungai es hingga mengarah pada perkembangan budaya di seluruh Eurasia. Oppenheimer meyakini temuan-temuannya itu, dan menyimpulkan bahwa benih dari budaya maju, ada di Indonesia. Buku ini mengubah secara radikal pandangan tentang prasejarah. Pada akhir Zaman Es, banjir besar yang diceritakan dalam kitab suci berbagai agama benar-benar terjadi dan menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya.

Hal itu yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai budaya Neolitikum di Cina, India, Mesopotamia, Mesir dan Mediterania Timur. Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis-garis pantai Asia Tenggara yang terbenam. "Indonesia telah melakukan aktivitas pelayaran, memancing, menanam jauh sebelum orang lain melakukannya," ujar dia. Oppenheimer mengungkapkan bahwa orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) tidak datang dari Cina, tapi dari pulau-pulau Asia Tenggara. Sementara penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak berada di Cina atau India, tapi di Semenanjung Malaya pada 9.000 tahun lalu.

Eden In The East juga mengungkapkan bahwa berbagai suku di Indonesia Timur adalah pemegang kunci siklus-siklus bagi agama-agama Barat yang tertua. Buku ini 'membalikkan' sejumlah fakta-fakta yang selama ini diketahui dan dipercaya masyarakat dunia tentang sejarah peradaban manusia. "Buku ini memang juga ada biasnya. Karena penulis istrinya orang Malaysia sehingga ada perspektif Malaysia," kata Jimly yang hadir dalam acara itu.
http://nasional.vivanews.com/news/re...dari-indonesia

[imagetag]

[imagetag]

Teori Oppenheimer
Indonesia adalah Induk Peradaban Dunia
Rabu, 27 Oktober 2010 | 18:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil riset yang menyimpulkan bahwa Indonesia sebagai induk peradaban dunia mendapat sorotan para peneliti di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) langsung merespon temuan Profesor Stephen Oppenheimer, seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris tersebut sebagai bahan perdebatan yang menarik untuk diungkapkan kepada publik.

Dr. Hery Harjono, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI, mengungkapkan bahwa menarik untuk mencermati penelitian yang menyebutkan Indonesia merupakan awal peradaban dunia. Analisis yang sering dikenal sebagai Teori Oppenheimer tersebut tertuang dalam buku karangannya berjudul "Eden in the East". Menurutnya, pendapat tersebut tentu bisa menjadi referensi bagi masyarakat Indonesia untuk melengkapi berbagai teori yang telah berkembang.

"Teorinya dikenal sebagai Oppenheimer Theory yang dengan tegas menyatakan bahwa nenek moyang dari induk peradaban manusia modern (Mesir, Mediterania dan Mesopotamia) adalah berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sunda land (Indonesia)," paparnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (27/10/2010).

Dia menambahkan bahwa "Eden In The East" mendasarkan kesimpulannya kepada penelitian yang dilakukan selama puluhan tahun. Dokter ahli genetik dengan struktur DNA manusia tersebut, lanjutnya, melakukan riset struktur DNA manusia sejak manusia modern ada selama ribuan tahun yang lalu hingga saat ini dengan pendekatan dasar yang digunakan disiplin keilmuan kedokteran, geologi, linguistik, antropologi, arkeologi, dan folklore.

Lebih lanjut, Hery mengulas bahwa buku Prof. Dr. Stephen Oppenhenheimer menegaskan orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) bukan berasal dari China sebagaimana yang terpampang dalam setiap teks sejarah buku pelajaran, melainkan dari orang-orang yang datang dari dataran yang hilang dari pulau-pulau di Asia Tenggara.

Penyebaran kebudayaan dan peradaban tersebut, sambungnya, disebabkan "banjir besar" yang melanda permukaan bumi pada 30.000 tahun yang lalu. "Inilah yang menarik diperdebatkan dan menjadi kontroversi karena pertentangan dengan teori sebelumnya," pungkasnya.
http://sains.kompas.com/read/2010/10...eradaban.Dunia

----------------

Untuk Staffsus SBY dan orang-orang di Sekneg/BIN, diteliti betul apa yang mau disampaikan si Openheimer itu, meski dia ilmuan Oxford University. Jangan sampai nanti Presiden RI terjebak lagi dalam publikasi internasional (di dunia ilmu pengetahuan lagi) dengan sebuah temuan yang ternyata hanya HOAX macam kasus 'blue energy' dan 'padi super letoy' tempo hari itu, hanya untuk mendukung popularitas dan untuk membenarkan sebuah temuan yang masih 'spekulatif' dalam ilmu pengetahuan dari si professor ini, meski pun temuan itu menyangkut nama INDONESIA. Bikin malu kita semua kalau ternyata HOAX lagi!

ts4l4sa 02 Feb, 2012

Mr. X 02 Feb, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/02/yakinkah-indonesia-mother-of-human.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment