Saturday, February 4, 2012

Yulianis: Nazaruddin Bawa Uang 1,1 Juta Dolar buat Senayan, utk siapa ya?

Muhammad Nazaruddin terdakwa wisma atlet membawa US$ 1,1 juta khusus untuk Senayan atau DPR.

Ini disampaikan Yulianis mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group perusahaan milik Nazaruddin waktu menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (25/1/2012).

Faiz Fajarudin reporter Suara Surabaya di Jakarta melaporkan, menurut Yulianis, dalam proyek wisma atlet semua pengeluaran uang harus lewat persetujuan Muhammad Nazaruddin. Tetapi kalau yang mengambil Nazaruddin sendiri tidak perlu izin ke perusahaan.

Sepengetahuan Yulianis, Nazaruddin membawa uang khusus untuk Senayan US$1,1 juta atau sekitar Rp10 miliar. Tetapi diberikan kepada siapa saja Yulianis tidak tahu, karena tahunya untuk Senayan saja.

Dia mengatakan, dalam proyek wisma atlet, Nazaruddin sempat marah karena dana yang cair hanya Rp200 miliar, sedang harapannya Rp400 miliar.


http://kelanakota.suarasurabaya.net/...20472012102427

Sedangkan, klo uang itu untuk koleganya di Demokrat pasti ada laporannnya.

Apa ada hubungannya dengan berita ini gan ?

Azis Syamsuddin Dituding Langgar Etika Saat Kunjungi Nazaruddin
JAKARTA, RIMANEWS - Kunjungan rombongan anggota Komisi III DPR ke rutan Mako Brimob Kelapa Dua untuk menjenguk tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin menuai kritik pedas.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Azis Syamsuddin bahkan dinilai telah melabrak etika dalam kunjungannya ke rutan Mako Brimob Senin lalu.

"Tidak sepantasnya Azis berbicara empat mata dengan Nazar, karena tindakan itu tidak dibenarkan oleh hukum. Jangankan Azis, keluarga pun tidak diperbolehkan bicara empat mata selama proses awal ini. Kalaupun penasihat hukum, itu bisa dilakukan dalam pengawasan dan pengawalan," ujar Wakil Sekjen Bidang Politik DPP KNPI Firman Baso dalam keterangan persnya Rabu (17/8/2011).

Tindakan Azis dan sejumlah anggota Komisi III yang memaksa bertemu Nazar itu dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan sebagai pimpinan Komisi Hukum DPR.

"Selain tak punya etika, Azis Syamsuddin juga telah menyalahgunakan kekuasaan menggunakan statusnya sebagai pimpinan komisi untuk melabrak aturan dan menekan petugas di Mako Brimob," tuturnya.

Firman menambahkan, dengan tindakan tersebut akan muncul kecurigaan publik apa sebenarnya dibalik kunjungan itu?

"Apalagi yang menemui Nazaruddin sebagian adalah mereka yang pernah bermasalah dengan dugaan korupsi dan KPK," katanya.

Dijelaskannya, Azis pernah diduga kuat menjadi beking ponsel Blackberry dan alat elektronik ilegal selundupan. Sehingga barang ilegal itu bisa lolos. Sementara Fahri Hamzah juga merupakan 'musuh' KPK dan pernah meminta agar KPK dibubarkan.

"Publik patut curiga, ada apa dibalik pembicaraan empat mata antara Azis dengan Nazaruddin? Kenapa Azis dan Fachri Hamzah begitu ngotot bertemu Nazar? Bahkan setelah itu, Fahri Hamzah begitu kerasnya menyerang KPK. Tindakan mereka benar-benar telah patut untuk dipertanyakan," jelasnya
.

Yang terpenting saat ini lanjut Firman adalah memberi kesempatan kepada KPK untuk mendalami keterangan dari Nazar dengan membiarkannya mengungkap semua aliran korupsi anggaran yang telah dilakukan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu.

"Yang bisa jadi juga melibatkan anggota DPR dari berbagai parpol tersebut," tutupnya.

Sebelumnya, sebanyak dua bus dan enam mobil yang mengangkut anggota Komisi III DPR tiba di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin 15 Agustus lalu. Kedatangan dewan ini resmi untuk menjenguk tahanan KPK, M Nazaruddin, yang kini mendekam di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

Kuasa hukum tersangka suap wisma atlet itu, OC Kaligis sebelumnya juga sudah datang, namun tertahan di depan gerbang lantaran tidak mendapat izin masuk. Dalam rombongan DPR ini tampak Ahmad Yani, Azis Syamsuddin, Herman Hery, Nudirman Munir, dan Fachri Hamzah

donidono 29 Jan, 2012

Mr. X 29 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/yulianis-nazaruddin-bawa-uang-11-juta.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments:

Post a Comment